Rekomendasi Film: 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton “Little Women” (2019)
- Mella Sutaryani
- Dec 19, 2022
- 4 min read

Little women (2019) merupakan film adaptasi dari novel Inggris klasik bertema feminisme karya Louisa May Alcott yang diterbitkan pada tahun 1868. Novel ini berkisah tentang dilema empat perempuan bersaudara yang tinggal dibawah atap yang sama dengan mimpi yang berbeda. Mengambil latar perang sipil Amerika pada tahun 1800, terdapat banyak tantangan yang dihadapi perempuan di masa ini. Novel Little Women pertama kali diangkat menjadi film pada tahun 1933, terhitung hingga tahun 2022, lebih dari lima kali novel ini telah diangkat menjadi film maupun series televisi. Adaptasi terbaru dari novel ini disutradari oleh Greta Gerwig yang sukses dengan film pertamanya 'Lady Bird’ pada tahun 2017. Untuk sebagian orang, film Inggris bertema klasik bisa terkesan sangat membosankan. Tapi jangan salah! Artikel ini bakal membahas alasan kenapa film ini layak kamu masukan kedalam list film favorit kamu!
Membungkus Karya Kalsik Dengan Ringan & Menarik

Source: Imdb.com Litttle Women
Meskipun terinspirasi dari karya sastra klasik berusia seratus lima puluh tahun, film Little Women (2019) dibangun kembali dengan tujuan agar ceritanya lebih modern untuk masa kini. Dikutip dari laman Kompasiana.com film yang digarap oleh Greta Gerwig ini mendapatkan banyak pujian karena mampu menceritakan kembali isi novel namun tetap relevan untuk perempuan dan aktivis feminisme di era modern ini. Tidak seperti kebanyakan film adaptasi yang sering kali tidak sesuai dengan materi aslinya, Gerwig justru memasukkan sebagian besar dialog yang berasal dari buku ke dalam film. Dialog-dialog yang diucapkan mampu mendarat dengan baik, tidak dibuat-buat, bahasanya cukup sederhana namun mampu menyampaikan pesan dengan jelas. Hal tersebut mengantarkan film adaptasi ini memperoleh nominasi Film Terbaik dalam Oscar 2020.
2. Kisah Yang Menyentuh & Inspiratif

Source: pinterest.com Movie Poster
Little Women mencoba melihat dunia dari sudut pandang wanita, bercerita tentang empat saudara yang hidup sederhana bersama ibu mereka, Marmee, sementara sang ayah pergi menjalankan tugas negara untuk berperang. Di bawah atap yang sama, March bersaudara menekuni hobi yang berbeda namun saling mendukung satu sama lain. Meg, anak tertua, menyukai akting, Jo memiliki hobi menulis dan bercita-cita untuk menjadi penulis sukses, Amy ingin menjadi pelukis terkenal, sedangkan Beth adalah pencinta musik yang gemar bermain piano. Keempat bersaudara ini merasakan dilema yang begitu besar antara keinginan untuk mewujudkan impian mereka di tengah kendala yang dihadapi.
3. Bertabur Bintang Papan Atas Holywood

Source: Movie poster
Produksi film Little Woman dari segi casting terbilang memuaskan. Greta Gerwig menyajikan aktor dan artis berbakat yang dapat menghidupkan karakter-karakter dalam cerita dengan sangat memukau. Prestasi dan ketenaran empat akrtis perempuan yang memerankan March bersaudara tidak dapat diragukan lagi. Saoirse Ronan berhasil memerankan tokoh Jo March yang tomboy, ambisius, dan karismatik. Emma Watson yang terkenal lewat perannya sebagai Hermione Granger di film Harry Potter, berperan sebagai Meg March, kakak tertua dari empat bersaudara, yang berjuang merawat keluarga-nya. Florence Pugh hadir sebagai Amy March yang periang namun keras kepala, dan Eliza Scanlen sebagai Beth March dengan karakter yang lembut dan pendiam. Gerwig juga menghadirkan Timothee Chalamet sebagai Theodore Laurie Laurance, seorang anak yatim piatu dari keluarga kaya yang memiliki peran penting dalam kisah cinta dan persahabatan March bersaudara.
4. Sinematografi film yang mumpuni

Source: Pinterest.com Movie Poster
Sinematografi yang indah juga merupakan unsur yang tidak boleh terlewatkan dalam film ini. Dikutip dari laman idntimes.com Produksi Little Women dari segi set lokasi, kostum, mencapai hasil yang sangat menawan. Nuansa abad ke-18 mampu dibangun dengan baik hingga membuat penonton merasa seolah turut masuk dalam kehidupan dalam abad tersebut. Berkat gaya directing yang khas dari Greta dengan beberapa teknik shoot dan editing gambar yang terkesan lebih 'mahal'. Skenario dari film ini juga dibangun dengan rapi oleh Greta sendiri tanpa memberikan banyak perubahan dari versi novelnya yang dirilis tahun 1868.
5. Menyuguhkan Nilai Feminisme Yang Beragam

Source: Pinterest.com Movie Poster
Nilai feminisme yang dibangun dalam film ini banyak berfokus pada perspektif dan idealisme March bersaudara mengenai peran wanita dalam tatanan sosial masyarakat Inggris. Jo yang bercita-cita menjadi seorang penulis ingin mendobrak batas-batas sebagai penulis agar tidak terjebak dalam pernikahan. Jo ingin membuktikan bahwa pernikahan bukanlah satu-satunya pilihan terhormat bagi seorang wanita untuk memiliki hidup terjamin dan terhormat. Idealisme Jo selaras dengan Pandangan feminisme yang tercermin dari pemikiran Amy March dalam percakapannya dengan Laurie mengenai peran wanita di masa itu. Amy menjelaskan bahwa pernikahan sejatinya hanyalah sebuah penawaran posisi dalam ekonomi karena saat seorang wanita memilih untuk menikah, maka mereka harus mendedikasikan seluruh hidupnya untuk keluarganya. Disis lain, pemikiran feminisme yang berbeda disampaikan oleh si sulung Meg March, dalam salah satu scene, ketika Jo bersikeras bahwa Meg harus melanjutkan ambisinya sebagai aktris dan tampil di panggung-panggung ternama. Meg menanggapi bahwa walaupun mimpi mereka berbeda, bukan berarti mimpi Meg untuk berkeluarga tidak kalah penting dari mimpi Jo untuk menjadi penulis.
Pada dasarnya, nilai feminisme yang ingin disampaikan dari cerita Little Woman tidak selalu berkutat pada masalah “emansipasi”, tetapi mengenai kebebasan perempuan dalam menentukan kehidupan mereka sendiri tanpa terkekang oleh batasan diri ataupun nilai sosial. Tidak ada yang salah dengan peran apapaun yang ingin diambil seorang perempuan. Perempuan boleh punya cita-cita untuk membina keluarga seperti Meg, menjadi pribadi yang idealis dan independen seperti Jo, atau menjadi seorang seniman bertalenta yang mentaati tatanan sosial meskipun tidak sejalan dengan idealisme-nya seperti Amy. Dari film Little Women bisa memetik pelajaran bahwa setiap orang punya impian dan berhak untuk memilih jalan hidup masing-masing untuk mewujudkan apa yang menjadi mimpi dalam hidupnya.
* * *
Referensi:
Devina, I. (2021, November 5). "Little Women" (2019): Perempuan, Kebebasan, dan Kasih Sayang. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/immanuelladevina/618558a28d947a4a63326984/little-women-2019-perempuan-kebebasan-dan-kasih-sayang?page=4&page_images=1
Sulistyani, S. Sinopsis dan Review Film Little Women, Perempuan dan Mimpi. Bacaterus. https://bacaterus.com/review-film-little-women/
Ulasan Film, (2020, February 12). Little Women (2019) - Ulasan Film. Ulasanfilm. http://ulasanfilm.com/little-women-2019/
Update, B. (2022, October 22). Rekomendasi Film Netflix: Little Women, Adaptasi Novel Klasik yang Sukses | kumparan.com. Kumparan. https://kumparan.com/berita-update/rekomendasi-film-netflix-little-women-adaptasi-novel-klasik-yang-sukses-1uRKrUyct0O/full




Comments