NETFLIX TRENDING OF 2022: ‘MAFIA QUEENS OF MUMBAI’: GANGGUBAI KATHYAWADI
- TE vol
- Dec 27, 2022
- 3 min read

Kisah Seorang Wanita yang Memperjuangkan Hak Pekerja Seks Komersil di India
Para wanita berpakaian terbuka dengan pose yang mengundang berdiri di ambang pintu sebuah kotha (rumah bordil). Pemandangan yang nyata, tragis dan dramatis ini sering terjadi di antara jalanan ramai di daerah Red-light (zona dewasa) yang terkenal di Mumbai selatan, Kamathipura. Film besutan sutradara Sanjay Leela Bhansali berjudul 'Gangubai Kathiawadi', mengangkat kisah nyata para wanita muda India yang dijual ke rumah bordil melalui sudut pandang pemeran utama protagonis Gangubai yang diperankan oleh Alia Bhatt.
“Tubuh, Impian, dan Kepercayaanku dijual seharga 1000 rupee oleh orang yang kucintai”
Cerita diawali dimasa 1950-an atau 1960-an, Gangga yang naif bermimpi menjadi seorang aktris Bollywood terkenal. Ramnik (Varun Kapoor) yang berperan sebagai kekasih Gangga menghasut untuk kawin lari dengan janji bahwa Ramnik akan mengenalkan Gangga pada bibinya yang memiliki koneksi dengan seorang produser film ternama. Malangnya, kenaifan Gangga telah mengubah takdirnya ke jalan yang kelam di Kamathipura. Gangga ditipu oleh kekasihnya dan dijual ke rumah bordil untuk dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersil. Ia tidak punya banyak pilihan dalam hidupnya di Kamathipura. Pilihanya hanya bertahan atau lari dari kenyataan. Meskipun Ia ingin kembali ke rumah, Ia hanya akan menjadi aib bagi keluarganya. Selama bertahun-tahun, Gangga bertahan di rumah bordil. Kamathipura kini menjadi rumahnya dan gadis-gadis rumah bordil menjadi keluarganya. Ia menerima keadaanya bekerja sebagai pekerja seks komersil yang tidak hanya dianggap hina tapi juga kerap menerima kekerasan verbal maupun fisik.
“Hanya karena berada didekat sekolah, kalian berfikir bahwa rumah bordil akan memberi pengaruh buruk pada sekolah itu? lalu kenapa berada didekat sekolah tidak memberi pengaruh baik bagi rumah bordil kami?”
Menyaksikan banyak penderitaan dan ketidak adilan yang diterima oleh gadis-gadis rumah bordil. Gangu berubah menjadi seorang aktivis perempuan di Kamathipura, Ia menyalurkan aspirasi politik mengenai kondisi yang di alami oleh perempuan yang bekerja di Kamathipura. Ia memperjuangkan hak para wanita dan anak-anak yang tinggal di rumah bordil untuk mendapat pendidikan. Ia mencari keadilan bagi para wanita agar mereka mendapat jaminan fasilitas kesehatan seperti wanita lain pada umumnya. Namun perjalanannya tidak mudah dan penuh dengan tantangan, lawan, serta stigma sosial yang memunculkan sifat pejuang dalam dirinya. Ia merebut kembali kekuatanya dengan koneksi di dunia kriminal untuk menguasai tempat yang membuatnya menderita.
“Ubah ketakutanmu menjadi kekuatan karena nyawa 4.000 wanita di Kamathipura bergantung padamu. Jika kalah, kamu bukan hanya kalah sekali, tetapi 4.000 kali. kamu harus memenangkan pertarungan ini”
Keindahan film ini terletak pada transformasi karakter Gangu melalui berbagai tahapan dalam hidupnya. Alia Bhatt sebagai pemeran Ganggu mampu meninggalkan kesan dan citra karakternya sebagai wanita kuat melalui dialog yang berapi-api dan momen-momen yang penuh keberaian. Jalan ceritanya mengedepankan tentang kenyataan pedih masyarakat India, dan kehidupan pekerja prostitusi yang menimbulkan stigma negatif di kalangan masyarakat umum. Meskipun terasa kontroversial, ada banyak hal tentang hidup seorang pekerja prostitusi yang masih belum terungkap di khalayak umum. Plotnya berpegang pada beberapa adegan yang sangat dramatis dan dialog yang menarik, yang membuat Anda tetap terlibat dalam film.
Seperti setiap film Bhansali lainnya, film ini juga memiliki visual atau cinematography yang ciamik dan mumpuni. lorong-lorong gelap yang identik dengan lingkungan red-zone ditampilkan dengan gaya elegan dan mewah yang jauh dari kata yang kumuh dan jorok. Sutradara Bhansali menggerakkan narasinya seperti buku dengan setiap tantangan dan episode bergerak seperti satu bab. Meskipun ada banyak hal yang dikemas dalam film ini - ada beberapa momen yang dibuat dengan indah dan memilukan dalam gaya khas sang sutradara Bhansali. Bhansali berhasil merubah sebuah cerita mengnenai dunia gelap mafia kriminal India menjadi cerita yang dramatis dan penuh makna dibalut dengan komedi dan romansa.
“Tiga hal yang ingin kukatakan pada kalian; pertama, Tidak masalah jika orang lain mengira kita hina dan tidak jujur. yang terpenting, lakukanlah pekerjaan tidak jujur ini dengan kejujuran. Kedua, sekuntum bunga akan selalu harum dimanapun dia berada. entah di kuil, di rumah bordil, ataupun dipemakaman . Jadi, jangan ragu sebarkan wangi kalian. Ketiga, hiduplah dengan bermartabat dan jangan takut pada siapapun. Jika wanita adalah perwujudan kekayaan, kecerdasan, dan kekuasaan, apa yang membuat para pria punya hak untuk merendahkan kita?”
Jadi, jika kamu ingin mengintip kehidupan Gangubai, yang juga dikenal sebagai Ratu Mafia Mumbai, bersiaplah dengan banyaknya momen yang akan menarikmu ke dunia di mana malam tampak tak berujung dan cahaya tak pernah redup.




Comments