top of page
Search

Batik: Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Dunia



Mengenal Apa Itu Batik?

Batik merupakan kain yang memiliki pola unik di atasnya dan memiliki proses pembuatan yang dilakukan secara khusus. Proses pembuatan tersebut dilakukan dengan menggambar atau menerapkan motif di atas selembar kain polos, di tambah dengan perlakukan proses khusus yang membuat kain tersebut memiliki ciri khas dibandingkan dengan kain lainnya. Secara bahasa, kata batik berasal dari bahasa Jawa “mbat” yang artinya adalah melempar berkali-kali serta “tik” yang artinya adalah titik. Secara istilah, batik dapat dideskripsikan dengan sebuah teknik menggambar di atas kain yang menggunakan canting dan lilin sebagai alat dan juga bahan ketika proses pembuatannya.


Fakta-Fakta Mengenai Batik

Tahukah kamu kalau terdapat banyak hal unik tentang batik ini? Batik tak hanya mempunyai tampilan yang indah pada saat dipandang, ternyata setiap motif batik juga memiliki maknanya tersendiri. Beberapa contoh batik diantaranya berupa batik Parang dan juga batik Grompol. Filosofi yang terdapat pada motif batik Parang menunjukkan status sosial tinggi. Orang berstatus sosial seperti seorang raja atau keluarga bangsawanlah yang biasanya mengenakan batik Parang ini. Di samping itu, filosofi di balik batik Grompol dengan corak seperti rantai melambangkan kesatuan. Sering kali batik Grompol ini dikenakan ketika upacara perkawinan diselenggarakan karena menggambarkan harapan bersatunya atau berkumpulnya hal-hal baik, seperti kebahagiaan, keturunan, kerukunan, rezeki, dan lainnya.


Karena batik memiliki filosofi tersendiri pada motif-motif tertentu, ketika menggunakan batik sebenarnya tidak bisa sembarangan. Dalam adat Jawa, penggunaan batik haruslah memperhatikan waktu dan juga tempat. Contohnya seperti batik parang yang tidak boleh digunakan ketika menghadiri acara pernikahan. Tentunya seja zaman dahulu, wanita Jawa menggunakan keterampilan membatik sebagai mata pencaharian. Namun, pakaian batik saat itu juga tidak dapat digunakan sembarangan. Batik hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu seperti keturunan keraton dan hanya digunakan saat acara tertentu.


Zaman dulu, ketika proses pembuatan batik masih dilakukan dengan cara tradisional dan manual, ada fakta menarik yang perlu diketahui. Saat itu, masyarakat Jawa memiliki kepercayaan bahwa doa dapat dipanjatkan dengan melakukan goresan lilin pada kain. Oleh karena itu, sebelum melakukan proses membatik, biasanya masyarakat berpuasa terlebih dahulu ditambah dengan melantunkan doa-doa dan harapan tertentu. Hal ini menjadikan batik sebagai sesuatu yang istimewa.


Batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober tahun 2009. Karena itulah Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia.



Pembuatan Batik Dilakukan dengan Proses Khusus

Proses membatik dilakukan dengan menggambar titik dan garis penahan dengan alat semburan yang disebut canting, atau dengan mencetak penahan dengan stempel tembaga yang disebut cap. Lilin yang diaplikasikan menolak pewarna, sehingga memungkinkan pengrajin untuk mewarnai secara selektif dengan merendam kain dalam satu warna, menghilangkan lilin dengan air mendidih, dan mengulanginya jika ingin menggunakan beberapa warna.


Metode yang digunakan dalam proses pembuatan batik tentunya akan sangat berpengaruh terhadap waktu pengerjaannya. Batik yang ditulis dengan metode tradisional atau canting tentunya akan memakan waktu yang lebih lama dan ternyata bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun!


Selain itu, dengan penggunaan teknik yang tidak mudah serta proses pembuatan yang lama tentunya membuat nilai jual batik tradisional sangat tinggi. Batik yang prosesnya dilakukan secara manual dengan canting dan menggunakan pewarna alami bisa memiliki harga hingga ratusan juta rupiah.


Referensi:



 
 
 

Comments


bottom of page